Monday, December 16, 2019

Mengenal Adrenal Cortex dan hormon yang dihasilkannya

(Credit: Benjamin Cummings)

Ini adalah lanjutan dari postingan sebelumnya. Adrenal cortex meliputi 80-90% bagian kelenjar adrenal. Bagian ini menghasilkan steroid hormon yang sangat esensial untuk hidup. Kehilangan fungsi adrenal cortex ini akan menyebabkan kematian karena mengakibatkan dehidrasi dan tidak seimbang elektrolit, dalam beberapa hari saja atau seminggu.

Seperti sudah diketahui bahwa bagian cortex ini dibagi tiga zona:
Zona yang terluar adalah zona glomerulosa, menghasilkan mineralocorticoids, yang mempengaruhi keseimbangan mineral.
Zona bagian tengah disebut zona fasciculata, paling lebar di antara ketiga zona, menghasilkan glucocorticoids, mempengaruhi keseimbangan glucose.
Zona yang terletak bagian dalam adalah zona reticularis, zona ini menghasilkan sedikit androgen yang memberi efek masculinity.

Mineralocorticoids.
Mineral yang paling utama dihasilkan oleh zona ini adalah aldosterone. Aldosterone berfungsi untuk keseimbangan dua mineral ion, yaitu ion sodium (Na+) dan ion potassium (K+), dan membantu stabilitas tekanan darah dan volume darah.
Aldosterone juga membantu ekskresi H+ pada air kencing. Dengan keluarnya H+ artinya: dibuangnya acid (asam) dari tubuh kita untuk mencegah terjadinya acidosis (pH darah dibawah 7,35).
Renin-Angiotensin-Aldosterone (RAA) mengontrol sekresi aldosterone (Alur RAA ini dijelaskan pada postingan yang berbeda).

Glucocorticoids
Glucocorticoids meregulasi metabolisme dan resistensi terhadap stress. Apa saja yang termasuk dalam glucorticoids? Yaitu tiga hormon: cortisol (hydrocortisone), corticosterone, dan cortisone. Dari ketiga hormon ini yang paling banyak adalah cortisol, terhitung sekitar 95% dari aktifitas glucorticoids.
Uraian tentang pengaruh glucocorticoids dibahas sendiri pada postingan berikut: Pengaruh Glucocorticoids dalam Tubuh

Androgens
Tidak peduli pada jenis kelamin lelaki atau perempuan, pada kedua jenis kelamin ini adrenal cortex menghasilkan sejumlah kecil 'weak” androgen. Kelenjar adrenal ini menghasilkan dehydroepiandosterone (DHEA). Setelah seorang lelaki mengalami pubertas, androgen testosterone dihasilkan oleh testis dalam jumlah yang lebih besar.
Jadi, jumlah androgen yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal pada lelaki biasanya sangat kecil pengaruhnya dan tidak signifikan.
Pada perempuan, bagaimanapun juga androgen dari adrenal ini memiliki peran penting, meningkatkan libido (hasrat sex) dan dikonversi menjadi estrogen (feminim sex steroid) oleh kelenjar tissue lainnya. Setelah menopause, disaat sekresi ovari menyerah, semua estrogen perempuan berasal dari konversi adrenal androgen.
Adrenal androgen juga mempengaruhi pertumbuhan rambut ketiak dan pubic pada anak lelaki dan perempuan dan pertumbuhan yang cepat sebelum puber.

No comments:

Post a Comment

@eerlinda2005