Wednesday, December 18, 2019

Hormon yang dihasilkan oleh Adrenal Medulla


Hanya ilustrasi: Salvation Army di O'neal

Postingan kali ini adalah seri terakhir dari berbagai hormon yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal.
Bagian terdalam kelenjar adrenal disebut juga adrenal medulla, merupakan modifikasi ganglion symphatetic dari autonomic nervous system. Bagian ini berkembang dari tissue embryonic yang sama pada semua ganglia symphatetic lainnya, tapi sel-selnya memiliki axon yang sedikit, membentuk klaster mengelilingi pembuluh darah.
Adrenal medula terdiri dari pheochromoblasts/sel chromaffin yang memberikan warna keabu-abuan di kelenjar adrenal. Sel-sel ini menghasilkan catecholamine: norepinephrine, epinephrine, and dopamine. Catecholamine dikeluarkan karena adanya respon cholinergic dari preganglionic sympathetic fibers.
Chromaffin tissue merupakan sel neuroendocrine,yang menyediakan koneksi antara nervous system dan endocrine system.
Sel-sel Chromaffin pada adrenal medulla mengeluarkan hormonnya dengan tidak seimbang, kebanyakannya epinephrine (sekitar 80%), sedangkan norepinephrine (NE) hanya sekitar 20% saja.
Berbeda dengan hormon yang dihasilkan oleh adrenal cortex, hormon yang dihasilkan oleh adrenal medulla ini bukanlah hormon yang sifatya esensial untuk hidup, karena hormon-hormon ini hanya untuk memperkuat hormon symphatetic pada bagian lain dalam tubuh.
Dalam situasi stress, atau selama berolah raga, rangsangan dari hypothalamus mempengaruhi syaraf symphatetic preganglion, kemudian menstimulasi sel-sel chromaffin untuk menghasilkan epinephrine dan norepinephrine. Dua hormon ini memberdayakan respon flight-or-fight. Dengan meningkatnya detak jantung dan mendorong kontraksi, epinephrine dan norepinephrine meningkatkan output jantung, sehingga tekanan darah meningkat. Mereka juga meningkat aliran darah ke jantung, hati, otot, dan jaringan lemak (adipose tissue), melebarkan saluran udara ke paru-paru, dan meningkatkan level gula darah serta fatty acid.

Sekedar catatan:
bila sering Dalam situasi stress maka menstimuli sel-sel chromaffin untuk menghasilkan epinephrine dan norepinephrine sehingga meningkatkan level gula darah dan akhirnya mengakibat Diabetes Type 2.

2 comments:

  1. aku ngehnya cuma hormon adrenalin sama insulin mbak hehe
    tapi belajar sel saraf emang asyik
    akson, dendrit, dll
    jadi keinget pas sma

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sebenernya juga shock. Waktu SMA saya belajar hormonnya dikit dan minim banget, begitu mengenal hormone yang sebenarnya, saya megap-megap, ternyata banyak, dan paling sulit itu adalah hormone yang merupakan neurotransmitter atau neuro-hormones

      Delete

@eerlinda2005