Saturday, December 14, 2019

Daur Ulang Hemoglobin, Formasi dan Destruksi Sel Darah Merah

(Credit: Tortora)

Dua postingan sebelumnya adalah tentang Sakit Kuning, setelah saya review lagi, saya berpikir barangkali lebih baik kalau saya membuat rincian langkah dari biang penyakit tersebut, bilirubin, yang diambil dari buku A&P Tortora.
Perhatikan Gambar di atas!
Gambar tersebut sangat jelas dengan panah dan nomornya. Nomor tersebut bukan urutan langkah, tapi nomor untuk menjelaskan setiap langkah yang dilalui oleh komponen yang berbeda.
Untuk memahami dan mengetahui penjelasannya, cocokkan nomor pada gambar di atas dengan nomor penjelasan di bawah. Okay, check it out!

1. Gambar pink yang bentuknya bergelombang ini adalah macropahge. Macrophage ini terdapat dimana-mana dalam tubuh, juga pada limpa, hati, dan sumsum tulang merah. Macrophage pada tiga tempat di atas menelan darah merah yang sudah sampai umurnya, yaitu sekitar 120 hari, atau lebih cepat bila ada kelainan pada darah merah.

2. Dalam tubuh macrophage hemoglobin terpisah menjadi heme dan globin.

3. Globin yang merupakan protein terurai lagi ke bentuknya semula, yaitu amino acid (asam amino), yang dapat digunakan kembali sebagai bahan dasar (untuk sintesa) protein lain.

4. Fe dikeluarkan dari heme dalam bentuk Fe3+, dan kemudian menggandeng plasma protein transferrin, yang merupakan transporter-nya Fe3+ untuk memasuki aliran darah.

5. Pada fiber otot, sel-sel hati, dan pada macrophage limpa dan hati, Fe3+ terpiah dari trasferrin dan kemudian menempel ke protein iron-storage yang disebut ferritin.

6. Selama terlepas dari storage di atas, atau terjadinya absoption dari gastrointestinal tract, Fe3+ kembali menggandeng trasferrin.

7. Fe3+ & transferrin complex kemudian dibawa ke sumsum tulang merah, yang merupakan tempat bakal sel-sel darah merah, kemudian calon sel-sel darah merah ini mengambilnya melalui reseptor mediasi endocytosis, untuk di gunakan dalam sintesa hemoglobin. Fe digunakan untuk heme pada sebuah molekul hemoglobin, dan amino acid diperlukan dalam pembentukan globin. Vitamin B12 juga digunakan untuk sintesa hemoglobin.

8. Erythropoiesis dalam sumsum tulang merah menghasilkan produksi darah merah, dan measuk ke sirkulasi darah.

9. Ketika Fe dikeluarkan dari heme, heme yang belum ada Fe-nya diubah menjdai biliverdin (pigmen hijau) dan kemudian menjadi bilirubin (pigmen kuning-oranye)

10. Bilirubin keluar dari tubuh macrophage, masuk ke dalam aliran darah untuk dikirim ke hati (liver).

11. Di dalam hati (liver) bilirubin dilepaskan oleh sel hati menjadi empedu, melewati usus kecil dan terus ke usus besar.

12. Dalam usus besar, bakteri mengubah bilirubin menjadi urobilinogen.

13. Sebagian urobilinogen diserap kembali oleh ke darah, berubah menjadi pigmen kuning yang disebut urobilin (yang memberi warna air kencing/urine) dan dikeluarkan melalui air kencing/urine.

14. Kebanyakannya urobilinogen dibuang melalui feses (berak) dalam bentuk pigmen kecoklatan. Pigmen kecoklatan ini yang memberi karakter warna pada feses (warna berak).

No comments:

Post a Comment

@eerlinda2005