Friday, October 12, 2018

Nayla, Akan Kunaiki Tangga Itu (Bagian 3)

Illustration, credit to Kingdom Bloggers

“Mas, lagian bukannya paspor kita udah ndak diperpanjang, Mas bilang kita ndak perlu ikut-ikutan bertravel-travelan atau OTW-an ke luar negri.” Nayla mengingatkan. 

Nayla selalu berusaha jadi istri yang idam-idamkan dan istri yang baik sesuai dengan konsep dan keyakinannya, salah satu konsepnya adalah seorang istri yang baik itu harus manut ke suami dan tidak banyak menuntut. 

Saat ini Nayla merasa dipersalahkan dan ia tidak bisa menerimanya. 

Perasaan sedih dan kesal bercampur, setiap kali ia mengambil cuti libur dari kantor hanya untuk berkumpul dengan keluarga di rumah. Sesekali ia menyibukkan diri dengan media sosial, fesbuk, memasukkan foto masakan, bunga, dan status ”staycation asiiikk ;)” dan dengan senang hati ia meng-like atau meng-love, dan meng-komen teman-teman yang lagi jalan-jalan, menikmati udara, angin, bunga-bunga, salju, bangunan, minuman, dan makanan nun jauh di luar sana. Terbersit juga rasa iri untuk bisa menikmatinya, “liburanku hanya sebatas dinding rumah dan dinding pagar” pikirnya. 

Terdengar seseorang mengetok pintu. Tenyata dokter yang datang. Nayla menyambutnya dengan ramah, berbeda dengan suaminya yang memperlihat ekspresi wajah tidak puas dan sedikit cemberut. 

Nayla menyampaikan terimakasihnya ke dokter atas usahanya dan sarannya untuk “kelanjutan” usia suaminya. Sambil bercanda Nayla mengungkapkan keluhan suaminya tentang berobat di Singapore itu jauh lebih unggul, seperti yang yang mereka berdua perdebatkan dengan contoh kasus Pak Teguh, teman satu kantor suaminya. 

“Sepulang operasi di rumah sakit Singapur, Pak Teguh disarankan untuk meningkatkan aktifitas seks, tapi kenapa dokter tidak menyarankan yang sama terhadap suami saya, justru sebaliknya, yang membuatnya sangat cemas dan kuatir. Kenapa pengobatan di Indonesia dan di Singapur tidak sama?” dengan muka merah Nayla berusaha membantu suaminya untuk menyampaikan ketidakpuasan pengobatan dan terapi yang dia harus lalui. 

“Pak Teguh-nya operasi apa?” dokter balik bertanya. 

“Kanker prostat.” Nayla menjawab. 

Dokter diam sejenak, dia harus dapat meyakinkan kalau pasiennya harus mengerti permasalahan penyakit dan pencegahan sehingga tidak terjadi apa yang tidak diinginkan. Kemudian doker menjelaskan dengan panjang lebar perbedaan penyakit, perlakuan, dan terapinya. 

Dari penjelasan itu Nayla berusaha memahami dan akan mengingatkan suaminya kalau saja suaminya lupa dan mengeluh lagi terhadap hal yang sama. 

Ya, setelah operasi kanker prostat, seperti yang dialami Pak Teguh, memang disarankan untuk meningkatkan aktifitas hubungan seks. Kemampuan untuk mencapai kepuasan seks adalah dianggap sebagai alat untuk mengukur kwalitas hidup yang menentukan apakah harus ada terapi untuk berikutnya karena seks dianggap sebagai bagian penting dari sebuah kehidupan. 

Jadi suksesnya operasi prostat ini diukur dengan kehidupan dan aktifitas seks, berbeda halnya dengan masalah jantung. Kasus terapi untuk Pak Teguh sangat berbeda dengan kasus sang suami, bukan karena di Singapore atau di Indonesia-nya, 

Seorang dokter memang cerdas dan memahami pasiennya, kecemasan untuk tidak ada aktifitas seks ini justru yang akan membuat pasiennya dapat serangan jantung. 

Selain obat yang memang harus ditebus di apotik, akhirnya sang dokter mengeluarkan resep umum buat penderita jantung angina. ”Kalau Bapak bisa naik tangga dari lantai satu ke lantai dua, itu artinya Bapak bisa melakukan 'hubungan' sama Ibu.” Dokter itu tersenyum serius.

@ Selesai….

@@ Cerpen berikutnya tentang Halloween.







35 comments:

  1. Kecemasan untuk tidak ada aktifitas seks ini justru yang akan membuat pasiennya dapat serangan jantung.

    Ngakak saya bacanya. Ternyata itu toh kecemasan suami Nayla.

    Bacaan orang dewasa ini mah. Saya masih anak-anak, hehehe.

    Tapi dapat ilmu baru tuh tentang kanker prostat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe...nanti juga jadi dewasa, masa sih nggak mau?...hahaha

      Terima kasih sudah singgah dan komen di: Nayla, Akan Kunaiki Tangga Itu (Bagian 3)

      Delete
    2. Nayla, Akan, Kunaiki Tangga Itu (Bagian 3)

      Delete
  2. Yay! Bagian ketiga (tamat). Saya suka pesan dokter di akhir cerita; kalau bapak bisa naik tangga itu ... sebuah motivasi untuk dua hal sekaligus: sehat dan dapat berhubungan intim dengan isterinya.

    Asyik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yups...bener banget ...hehehe

      Terima kasih sudah singgah dan komen di: Nayla, Akan Kunaiki Tangga Itu (Bagian 3)

      Delete
    2. Nayla, Akan, Kunaiki, Tangga Itu (Bagian 3)

      Delete
  3. Hahahaha, duh suaminya Nayla itu. Tentang penyakit juga beda lah ya penanganannya. Maunya sih iya, hubungan seks yang banyak, lah beda penyakit ya beda penanganan. Greget jadinya, hiihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe....

      Terima kasih sudah singgah dan komen di: Nayla, Akan Kunaiki Tangga Itu (Bagian 3)

      Delete
    2. Nayla, Akan, Kunaiki, Tangga, Itu (Bagian 3)

      Delete
  4. oooh, kukira penyakitnya gak bisa naik tangga. hahaha
    baru paham pas baca komen2 di atas
    eh bener gak sih? duh laaaah

    sorry sorry ya, gak begitu paham

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe...

      Terima kasih sudah singgah dan komen di: Nayla, Akan Kunaiki Tangga Itu (Bagian 3)

      Delete
    2. Nayla, Akan, Kunaiki, Tangga, Itu, (Bagian 3)

      Delete
  5. Wkwkwkwk ceritanya menarik. Apalagi liat jdulnya kirain apa gtu ada naik2 tangga lagi hahaha... siap deh kak ditunggu cerpen tentang hallowen kayanya horor banget gtu yaa harus baca siang2 hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe....

      Terima kasih sudah singgah dan komen di: Nayla, Akan Kunaiki Tangga Itu (Bagian 3)

      Delete
    2. Nayla, Akan Kunaiki Tangga Itu (Bagian 3)

      Illustration, credit to Kingdom Bloggers

      Delete
  6. amboi... kata2 doktor... kemain...

    ReplyDelete
    Replies
    1. memberi semangat...hehehe

      Terima kasih sudah singgah dan komen di: Nayla, Akan Kunaiki Tangga Itu (Bagian 3)

      Delete
    2. Nayla, Akan Kunaiki Tangga Itu (Bagian 3)

      “Mas, lagian bukannya paspor kita udah ndak diperpanjang, Mas bilang kita ndak perlu ikut-ikutan bertravel-travelan atau OTW-an ke luar negri.”

      Delete
  7. Jadi ingat Hulk, kalau dia bisa menahan amarahnya, baru deh bisa melakukan aktivitas sex hahaha.
    Kece, suka endingnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe....

      Terima kasih sudah singgah dan komen di: Nayla, Akan Kunaiki Tangga Itu (Bagian 3)

      Delete
    2. Nayla, Akan Kunaiki Tangga Itu (Bagian 3)

      Nayla mengingatkan.

      Delete
  8. Akhirnya bisa kan ya naik ke lantai 2..😁😁

    Kasian. Laki2 udah nikah, trus harus nerima kenyataan mesti puasa urusan seks itu kayaknya berattt bngt..padahal klo wanita, nyari pengalihannya lebih gampang .

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe.... ternyata…

      Terima kasih sudah singgah dan komen di: Nayla, Akan Kunaiki Tangga Itu (Bagian 3)

      Delete
    2. Nayla, Akan Kunaiki Tangga Itu (Bagian 3)

      Nayla selalu berusaha jadi istri yang idam-idamkan dan istri yang baik sesuai dengan konsep dan keyakinannya, salah satu konsepnya adalah seorang istri yang baik itu harus manut ke suami dan tidak banyak menuntut.

      Delete
  9. Akhirnya bisa baca sampai endingnya. Hmmm...tugas dokter bukan saja memberi pengobatan untuk fisik namun juga psikis pasien agar semangat untuk sembuh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget mbka @Nur Rochma.

      Terima kasih sudah singgah dan komen di: Nayla, Akan Kunaiki Tangga Itu (Bagian 3)

      Delete
    2. Nayla, Akan Kunaiki Tangga Itu (Bagian 3)

      Saat ini Nayla merasa dipersalahkan dan ia tidak bisa menerimanya.

      Delete
  10. Oh ini.akhir ceritanya seperti kata dokter kalau bisa nai tangga dari lantai satu ke lantai dua berarti nggak ada masalah buat suami Nayla. Sip salut buat Nayla sebagai istri yang sabar menghadapi suami. Ditunggu ya cerpen selanjutnya mbak Lantana

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya, begitulah akhir cerita….
      Terima kasih sudah singgah dan komen di: Nayla, Akan Kunaiki Tangga Itu (Bagian 3)

      Delete
    2. Nayla, Akan Kunaiki Tangga Itu (Bagian 3)

      Perasaan sedih dan kesal bercampur, setiap kali ia mengambil cuti libur dari kantor hanya untuk berkumpul dengan keluarga di rumah.

      Delete
  11. Replies
    1. hehehe....
      Terima kasih sudah singgah dan komen di: Nayla, Akan Kunaiki Tangga Itu (Bagian 3)

      Delete
    2. Nayla, Akan Kunaiki Tangga Itu (Bagian 3)

      Sesekali ia menyibukkan diri dengan media sosial, fesbuk, memasukkan foto masakan, bunga, dan status ”staycation asiiikk ;)” dan dengan senang hati ia meng-like atau meng-love, dan meng-komen teman-teman yang lagi jalan-jalan, menikmati udara, angin, bunga-bunga, salju, bangunan, minuman, dan makanan nun jauh di luar sana.

      Delete
  12. Adem bener solusi dari dokter tersebut kepada pasangan suami isteri itu. Heheheh jadi kalau suami Nayla bisa naik tangga, berarti bisa berhubungan seks ya dengan sang isteri? hihii ceritanya asik. Obat ampuh yang cepat dan tepat sepetinya ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Naik tangga adalah cara yang mudah untuk mengukur bahwa seorang penderita angina ini tidak akan kekurangan oksigen di saat melakukan aktivitas yang benar-benar intens

      Delete

@eerlinda2005