Thursday, September 27, 2018

Kinali: Cinta Yang Dipupuskan oleh Teknologi (bagian 2)

Ilustrasi diambil dari:  progressiveneurology.com

Dari ruang dokter kami menuju ke sebuah ruangan, Kinali telah melepaskan semua persiapan dan aksesoris dari tubuhnya dan dia siap untuk berbaring di sebuah alat canggih, alat untuk meng-scanning otaknya, alat yang dikenal dengan istilah fMRI atau functional Magnetic Resonance Imaging. Dengan alat ini dokter dapat mengukur dan melihat bagian otak Kinali yang kandas cintanya. 

Setelah hubungan berakhir dan keindahan cinta masih tersisa, membuat Kinali menderita dan merasa malu. Kinali telah berusaha berbulan-bulan untuk keluar dari prahara cintanya, tapi bayangan pria itu tetap mengitarinya, Kinali tetap saja tidak bisa lari untuk menghindar darinya. Sang pria tetap saja kemping di bagian paling dalam tengah otak (midbrain) Kinali. Dokter menyebutnya VTA atau Ventral Tegmental Area. Dokter juga menjelaskan bahwa area ini berperan dalam “romantic love”, dan area ini juga berperan dalam kecanduan obat-obatan terlarang. 

Dokter menjelaskan hasil fMRI ke Kinali, pemetaan otak Kinali sudah dilakukan. Langkah berikutnya bagaimana  bagian otak yang berperan dengan “romantic love” yang sekarang ini sangat aktif dikembalikan lagi ke kondisi yang sama seperti sebelumnya, kondisi seperti sebelum Kinali mengenal kekasih yang ingin dilupakannya itu. Sehingga Kinali bisa hidup normal lagi, kembali seperti diri sendiri-nya lagi. 

Kinali harus melakukan beberapa terapi. Teknik terapi yang masih kontroversial. yaitu terapi neurofeedback dengan menggunakan teknologi electroencephalography (EEG). 

Di ruang terapi ini, Kinali dipasangkan sebuah topi yang penuh dengan lempengan kecil elektroda, lempengan-lempengan kecil (leads) merekam sinyal-sinyal gelombang otak Kinali dan menerjemahkan ke dalam bentuk gambar dan suara. Tujuannya untuk mentrain otak Kinali, sehingga meletakkan kembali pola gelombang otak yang berubah menjadi ke gelombang yang normal. 

Dokter menjelaskan lagi, EEG ini berfungsi melemahkan aktifitas otak yang tidak diinginkan dan mengaktifkan bagian yang lemah atau sangat lemah dari bagian otak yang kita inginkan. Tapi apakah ini artinya neurofeedback akan bisa mengobati dan memberikan semangat pada seseorang yang kehilangan cinta atau yang dicintainya? 

Hasil fMRI terakhir Kinali memperlihatkan aktifitas otaknya sudah normal. Kini Kinali sudah seperti Kinali dua tahun yang lalu, hidupnya terasa lebih ringan, seringan dia melangkah di runway. Kinali siap untuk move on. 

Sejenak terlupakan profesi dan pekerjaanku, karena hasratku untuk bertutur masalah umum-umum saja, yaitu masalah tentang cinta.

Ya! CINTA!!!!
Cinta Kinali.
Cinta yang dipupuskan. 

Cinta yang dipupuskan untuk menyelamatkan jiwa, raga, karir, percaya diri, dan masa depan yang berbinar. 




50 comments:

  1. Kisah cinta Kinali berbalut teknologi ala dokter zaman now.

    Apakah ini direncanakan untuk membuat novel?

    Ceritanya sangat menarik. Buat penasaran. suatu saat jika berkunjung lagi saya ingin membacanya lebih spesifik. Menarik. salam kenal... sukses selalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe...doain bias nulis novel beberapa tahun ke depan.
      Terima kasih mau singgah di cerpen:
      Kinali: Cinta Yang Dipupuskan oleh Teknologi (bagian 2)

      Delete
    2. Kinali, Cinta Yang Dipupuskan oleh Teknologi (bagian 2)

      Delete
  2. hihihi, Kinali sampai harus pakai teknologi demi bisa move on ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. cara mudah dan tepat...hehehe
      Terima kasih mau singgah di cerpen:
      Kinali: Cinta Yang Dipupuskan oleh Teknologi (bagian 2)

      Delete
    2. Kinali, Cinta, Yang Dipupuskan oleh Teknologi (bagian 2)

      Delete
  3. Wuih. Keren.
    Cinta Kinali yang dipupuskan oleh IPTEK.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe....
      Terima kasih mau singgah di cerpen:
      Kinali: Cinta Yang Dipupuskan oleh Teknologi (bagian 2)

      Delete
    2. Kinali, Cinta, Yang, Dipupuskan oleh Teknologi (bagian 2)

      Delete
  4. Suka baca fiksinya. Futuristik. Semacam di format ulang gitu ya otaknya...biar bisa lupa sama mantan

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih atas komennya...jadi malu...hehehe

      # Kinali: Cinta Yang Dipupuskan oleh Teknologi (bagian 2)

      Delete
    2. Kinali, Cinta, Yang, Dipupuskan, oleh Teknologi (bagian 2)

      Delete
  5. suka banget sama cerita macam kayagini.. bikin masuk kedalam ceritanya seperti nyata.. ayo ditunggu cerita lainya yaa!

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih atas pujiannya, malu jadinya…..hehehe
      juga terima kasih mau singgah di cerpen:
      Kinali: Cinta Yang Dipupuskan oleh Teknologi (bagian 2)

      Delete
    2. Kinali, Cinta, Yang, Dipupuskan, oleh, Teknologi (bagian 2)

      Delete
    3. hihih syuka banget baca cerpennyaaa kakak.. lanjut donk cerita lain yaaa heeee

      Delete
  6. Hihi ternyata cara move on juga bisa memakai teknologi ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. sedang dalam tahap uji coba...hehehe
      terima kasih mau singgah di cerpen:
      Kinali: Cinta Yang Dipupuskan oleh Teknologi (bagian 2)

      Delete
    2. Kinali, Cinta, Yang, Dipupuskan, oleh, Teknologi, (bagian 2)

      Delete
  7. Apakah benar-benar adanya teknologi itu, saya jadi ingin mencobanya biar saya bisa move on.

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar ada…. masih dalam uji klinis….
      sabar saja...hehehe
      terima kasih mau singgah di cerpen:
      Kinali: Cinta Yang Dipupuskan oleh Teknologi (bagian 2)

      Delete
    2. Kinali: Cinta Yang Dipupuskan oleh Teknologi (bagian 2)
      Ilustrasi diambil dari: progressiveneurology.com

      Delete
  8. Kasihan Kinali ya ... tapi kalau teknologinya beneran ada, coba bayangkan berapa banyak perasaan/hati orang-orang yang bisa disembuhkan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe... teknologinya ada, tapi masih dalam taraf uji coba klinis.
      Terima kasih mau singgah di cerpen:
      Kinali: Cinta Yang Dipupuskan oleh Teknologi (bagian 2)

      Delete
    2. Kinali: Cinta Yang Dipupuskan oleh Teknologi (bagian 2)

      Dari ruang dokter kami menuju ke sebuah ruangan, Kinali telah melepaskan semua persiapan dan aksesoris dari tubuhnya dan dia siap untuk berbaring di sebuah alat canggih, alat untuk meng-scanning otaknya, alat yang dikenal dengan istilah fMRI atau functional Magnetic Resonance Imaging.

      Delete
  9. Replies
    1. terima kasih atas dorongan semangatnya.
      terima kasih juga karena mau baca:
      Kinali: Cinta Yang Dipupuskan oleh Teknologi (bagian 2)

      Delete
    2. Kinali: Cinta Yang Dipupuskan oleh Teknologi (bagian 2)

      Dengan alat ini dokter dapat mengukur dan melihat bagian otak Kinali yang kandas cintanya.

      Delete
  10. Keren banget, jadi inget novelnya Tere Liye 'Hujan', mirip-mirip begini juga nih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe...masih jauh deh dari Tere Liye.
      Terima kasih mau singgah di cerpen:
      Kinali: Cinta Yang Dipupuskan oleh Teknologi (bagian 2)

      Delete
    2. Kinali: Cinta Yang Dipupuskan oleh Teknologi (bagian 2)

      Setelah hubungan berakhir dan keindahan cinta masih tersisa, membuat Kinali menderita dan merasa malu.

      Delete
  11. Ini adminnya anak kedokteran, kah? Kok bahasanya nyangkut-nyangkut dunia kesehatan banget :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe...silahkan guess.
      Terima kasih mau singgah di cerpen:
      Kinali: Cinta Yang Dipupuskan oleh Teknologi (bagian 2)

      Delete
    2. Kinali: Cinta Yang Dipupuskan oleh Teknologi (bagian 2)

      Kinali telah berusaha berbulan-bulan untuk keluar dari prahara cintanya, tapi bayangan pria itu tetap mengitarinya, Kinali tetap saja tidak bisa lari untuk menghindar darinya.

      Delete
  12. mmm.. sepertinya menggambarkan di ruang perawatan otak ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. tepat banget….
      Terima kasih mau singgah di cerpen:
      Kinali: Cinta Yang Dipupuskan oleh Teknologi (bagian 2)

      Delete
    2. Kinali: Cinta Yang Dipupuskan oleh Teknologi (bagian 2)

      Kinali tetap saja tidak bisa lari untuk menghindar darinya.

      Delete
  13. Menulis kesehatan dibalut fiksi, cantik juga ini, Kak. bakalan banyak yang suka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe....terima kasih atas dorongan semangatnya.
      Juga, Terima kasih mau singgah di cerpen:
      Kinali: Cinta Yang Dipupuskan oleh Teknologi (bagian 2)

      Delete
    2. Kinali: Cinta Yang Dipupuskan oleh Teknologi (bagian 2)

      Sang pria tetap saja kemping di bagian paling dalam tengah otak (midbrain) Kinali.

      Delete
  14. waa harus baca dulu bagian pertamanya nih

    www.innaistantina.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. silahkan...hehe
      Terima kasih mau singgah di cerpen:
      Kinali: Cinta Yang Dipupuskan oleh Teknologi (bagian 2)

      Delete
    2. Kinali: Cinta Yang Dipupuskan oleh Teknologi (bagian 2)

      Dokter menyebutnya VTA atau Ventral Tegmental Area.

      Delete
  15. Wah, ide ceritanya boleh juga, walau mungkin penggambaran peralatannya terlalu menyederhanakan. Nah, definisi cinta di sini apa ya: attachment, dependency, atau ownership? Soalnya bagian otak yang di-EEG pasti beda dong ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau rumit, nanti dituduh buat makalah ...hehehe
      silahkan tebak sendiri apakah termasuk attachment, dependency, atau ownership.

      btw....Terima kasih mau singgah di cerpen:
      Kinali: Cinta Yang Dipupuskan oleh Teknologi (bagian 2)

      Delete
    2. Kinali: Cinta Yang Dipupuskan oleh Teknologi (bagian 2)

      Dokter juga menjelaskan bahwa area ini berperan dalam “romantic love”, dan area ini juga berperan dalam kecanduan obat-obatan terlarang.

      Delete
  16. wahhh bisa-bisanya bikin cerita fiksi rada futuristik begini. Keren gan! Lanjutkan!

    ReplyDelete
    Replies
    1. thank you atas dorongan semangatnya.
      terima kasih mau singgah di cerpen:
      Kinali: Cinta Yang Dipupuskan oleh Teknologi (bagian 2)

      Delete
    2. Kinali: Cinta Yang Dipupuskan oleh Teknologi (bagian 2)

      Dokter menjelaskan hasil fMRI ke Kinali, pemetaan otak Kinali sudah dilakukan.

      Delete
  17. Saya suka realitas kehidupan, tidak selamanya cinta ber-ending bahagia seperti harapan berakhir pencapaian dalam dingeng HC. Andersen.

    Move on adalah keren. Saya tidak percaya manusia bisa setia, itu langka. Karena kita di buat berdasarkan kata yang menjuntai dan jalin menjalin dalam genom.

    Dumulai dari asam, lautan entropi kata membuat tabiat kita, dan membentuk kepribadian disamping pengaruh lingkungan. Cinta hanyalah alat alam agar kita berkembang biak dalam ternak kemanusiaan. Agar ras kita survive melintasi waktu semesta.

    Kekuatan kita adala rasio, kesadaran kognitif, menyadari keberadaan kita, mengatasi masalah kita. Dan sekali lagi move on keren. Yang hanyut perasaan cinta biasanya orang lemah dan cengeng.

    ReplyDelete

@eerlinda2005